Sentuhan
Lewat Media Sosial Untuk Pendidikan Nasionalisme
Oleh
: Mahmud Syafi’ie
(* Esai ini di perlombakan dalam lomba Esai Nasional 2015 )
Pendidikan
merupakan suatu proses yang tak bisa dilepaskan dalam kehidupan, yang selalu
terikat dengan kata belajar dan tumbuh. Proses pendidikan merupakan
implementasi dalam dinamika kehidupan. Di zaman modern dan super canggih ini
kita sebut saja dengan era globalisasi. Di era globalisasi sangat berdampak
besar bagi dinamika kehidupan di berbagai bidang aspek kehidupan, salah satunya
di bidang aspek pendidikan. Peran bidang
aspek pendidikan sangat penting bagi generasi muda dan bangsa. Pendidikan
memberikan pelajaran yang begitu penting bagi manusia mengenai dunia sekitar,
mengembangkan perspektif dalam memandang kehidupan. Pendidikan yang sebenarnya
diperoleh dari pelajaran yang diajarkan oleh kehidupan kita.[1]
Dunia pendidikan dapat dijadikan sebagai sarana
tempat belajar dan menumbuhkan ikatan
persaudaraan dengan menumbuhkan rasa kepedulian satu sama lain dan mengajarkan
nilai-nilai nasionalisme. Pendidikan dapat dihubungkan dengan nilai-nilai nasionalisme,
karena nilai-nilai nasionalisme yang harus dipertahankan menjadi landasan kita
terhadap kecintaan tanah air. Dengan demikian, nilai-nilai nasionalisme ini dapat
dijadikan sebagai sarana mempererat hubungan dan mempersatukan bangsa.
Seiring
perkembangan zaman, keadaan menjadi berubah. Generasi muda mulai mengikuti arus
perubahan zaman atau kita sebut dengan era globalisasi. Faktor pendukung
kemajuan era globalisasi ini dengan ditandai kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi yang mudah di akses dan di dapatkan. Globalisasi banyak berpengaruh
besar bagi generasi muda khususnya pemuda. Generasi muda yang dibicarakan
sekarang sangat berbeda dengan karakter pemuda yang dulu memiliki jiwa
nasionalisme yang tinggi. Perubahan tersebut mempunyai kaitannya dengan perubahan di zaman sekarang
yaitu perubahan di era globalisasi yang
berlangsung saat ini. Jika kita melihat sejarah dahulu di waktu kemerdekaan
Indonesia, radio dan surat kabar menjadi saksi
yang digunakan sebagai penyebaran informasi “Kemerdekaan Indonesia”
keseluruh Indonesia. Namun sekarang keadaan menjadi berubah, semanjak munculnya
teknologi informasi dan komunikasi yang dapat terhubung secara langsung antara
satu dengan yang lainnya melalui media online yaitu media sosial. Mendengarkan
kata media sosial, pasti terdengar tidak asing lagi di telinga kita di zaman
sekarang. Media yang dijadikan sebagai sandaran kehidupan dalam sehari-hari dan
sarana berinteraksi dan pertukaran informasi satu sama lain. Media sosial
semakin berkembang dengan didukungnya perkembangan
gagdet, media sosial yang terus memberikan berbagai macam-macam aplikasi yang
menarik minat pengguna gagdet. Ketektarikan generasi muda dengan media sosial
yang menyediakan berbagai tampilan menarik sehingga dapat mempengaruhi pola
pikir dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Penguna media sosial menjadi
sorotan yang perlu di perhatikan dalam mempergunakannya, jika pengguna media
sosial tidak mempergunakan dengan bijak, maka akan menimbulkan berbagai dampak
negatif yang akan mempengaruhi generasi muda maupun terhadap generasi penerus bangsa
Indonesia.
Sentuhan Media Sosial Terhadap Pendidikan Nasionalisme
Pendidikan merupakan hal
yang banyak berperan penting untuk semua orang, melalui pendidikan disanalah
generasi muda terus belajar dan tumbuh. Prof.
Dr. Hasan Langgulung berpendapat bahwa secara garis besar fungsi pendidikan itu
ada 3. Pertama, menyiapkan generasi muda untuk memiliki kemampuan agar bisa
memegang peranan-peranan pada masa yang akan datang di tengah kehidupan
bermasyarakat. Kedua, memindahkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan
peranan-peranan di atas dari generasi tua ke genarasi muda. Ketiga, Memindahkan nilai-nilai dari
generasi tua ke generasi muda dengan tujuan agar keutuhan dan kesatuan
masyarakat terpelihara, sebagai syarat utama berlangsungnya kehidupan suatu
masyarakat dan juga peradaban[2].
Bayangkan, pentingnya fungsi pendidikan dan itu menjadikan peran pendidikan
yang perlu diperhatikan untuk generasi muda, apalagi jika terdapat jiwa nasionalisme dan hal ini seakan-akan menjadi pelengkap terhadap kecintaan dengan
negeri ini.
Perlu kita ketahui, situasi
bangsa ditentukan oleh situasi yang sedang berlangsung sekarang, jika situasi
pemuda saat ini memprihatinkan maka nasib masa depan suatu bangsa turut
memprihatinkan juga. Di era globalisasi
seakan-akan pengambilan keputusan menjadi penentu untuk maju menuju langkah
selanjutnya. Teknologi informasi dan Komunikasi menjadi sebagai pengalihan
untuk semua orang, dengan munculnya media sosial sebagai pemicu perubahan dan mulai
menampakan hasil yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita
melihat kondisi saat ini sangat memprihatinkan mengenai tingkah laku terhadap diri
sendiri, maupun orang lain, keadaan yang
hanya bersudut pada satu arah saja. Gagdet yang di gunakan untuk membuka media
sosial dipergunakan tidak semaksimal mungkin, dan ini merupakan realita buruk
yang terjadi saat ini, dampak negatif maupun positif mulai bermunculan. Dapat
kita ambil contoh dampak negatif yang terbesar dari media sosial adalah tersebarnya
konten-konten berbau pornografi dan kekerasan, di dukungnya teknologi informasi
dan komunikasi di zaman sekarang dengan mudahnya mengakses situs yang berbau pornografi
dan kekerasan, dan ini merupakan suatu kehancuran di bidang pendidikan yang
seakan-akan penerapan pendidikan yang di dapatkan tiada bermanfaat, dan
ini juga sangat berdampak buruk bagi
diri sendiri maupun orang yang ada sekitarnya. Di sisi lain media sosial
mempunyai dampak positif untuk pendidikan nasionalisme atau sering juga disebut
dengan pendidikan kebangsaan yang merupakan suatu sistem pendidikan yang
mempelajari tentang nasionalisme. Berbagai macam bentuk dari pendidikan nasionalisme,
salah satunya mengenai nasionalisme tentang kebudayaan.
Memori
sejarah zaman dahulu terus teringat di pikiran kita, sosok pahlawan dan
pemuda-pemuda dengan semangat juang yang tinggi untuk demi mempertahankan tanah
air Indonesia dan mereka rela mengorbakan jiwa dan raga, hal tersebut di
karenakan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Namun sekarang ini bagaimana generasi
muda dengan kemajuan zaman agar tetap bisa mempertahankan jiwa nasionalisme
lewat pendidikan yang di jalaninya sekarang. Mengenai hal tersebut, media
sosial dapat dijadikan sebagai solusi untuk sarana menumbuhkan jiwa
nasionalisme dalam diri seorang pemuda, contohnya ketika kita membaca informasi di media sosial perlu untuk
dipahami. Terkadang jika ada suatu permasalahan dengan negeri ini, kita ketahui
hanya menyalahkan bangsa sendiri, dan juga ada sebagian yang tidak memperdulikan
hal tersebut. Disinilah peran pendidikan dan media sosial dalam upaya menumbuhkan
jiwa nasionalisme. Salah satu peran yang dapat dilakukan yaitu memberikan
contoh yang terbaik sebagai generasi muda yang berpendidikan dengan cara
pemanfaatan media sosial sebaik mungkin. Dampak era globalisasi kondisi kebudayaan
yang ada di Indonesia saat ini mulai memudar. Hal ini merupakan permasalahan yang penting untuk di perhatikan. Media sosial dapat
dijadikan sebagai tempat penyebaran dan berbagi informasi tentang keunikan kebudayaan
masing-masing daerah, terutama bagi pengguna media sosial yang ada di Indonesia
dan itu dapat mempererat hubungan sesama bangsa Indonesia.
Media
Sosial Sebagai Sarana Untuk Mempublikasikan Lagu-Lagu Nasional
“Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai”[3]
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai”[3]
( Ibu Soed
)
Lirik
lagu di atas merupakan sebagian dari salah satu lirik lagu nasional ciptaan
dari Ibu Soed yang berjudul “Tanah
Airku”, ketika kita mendengar dan menyanyaikan dengan penuh penghayatan
seakan-akan jiwa nasionalisme kita bangkit kembali dan kecintaan terhadap
negeri ini semakin kuat. Seiring perkembangan zaman lagu-lagu nasional mulai
terlupakan, media sosial bukan saja mengalihkan kehidupan dalam kegiatan para
pemuda sehari-hari, namun media sosial juga mempengaruhi dan membuat generasi
muda di Indonesia melupakan lagu-lagu nasional. Hal ini merupakan kondisi yang
sangat memprihatinkan terhadap generasi muda di negeri ini. Ketika melihat
generasi muda sebagai pengguna media sosial dalam memanfaatkan media sosial hanya
sebatas berisikan aktivitas kegiatan dan kesenangan semata tanpa memikirkan
orang lain maupun negeri sendiri. Namun di sisi lain media sosial jika
dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran infomasi dan mempublikasikan tentang
lagu-lagu nasional, tentu saja hal tersebut sangat bermanfaat bagi generasi
muda dalam upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme terhadap kecintaan tanah air.
Keuntungan mendengarkan lagu-lagu nasional sangat bermanfaat dalam upaya pengingat
keindahan lirik-lirik lagu nasional dan di samping itu juga sebagai sarana mempertahankan
jiwa nasionalisme bagi generasi muda bangsa Indonesia.
Sebagai penutup, Pendidikan
nasionalisme Indoneisa merupakan hal terpenting sebagai landasan untuk terus
memajukan generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Kemajuan zaman
bukanlah menjadi suatu penghalang dalam upaya mempertahankan jiwa nasionalisme,
belajar dari kepedulian terhadap diri sendiri ataupun orang lain yang harus terus ditanamkan dalam pikiran
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar