Home

Rabu, 16 September 2015

ESAI (ESSAY)

Sentuhan Lewat Media Sosial Untuk Pendidikan Nasionalisme
Oleh : Mahmud Syafi’ie

(* Esai ini di perlombakan dalam lomba Esai Nasional 2015 )

Pendidikan merupakan suatu proses yang tak bisa dilepaskan dalam kehidupan, yang selalu terikat dengan kata belajar dan tumbuh. Proses pendidikan merupakan implementasi dalam dinamika kehidupan. Di zaman modern dan super canggih ini kita sebut saja dengan era globalisasi. Di era globalisasi sangat berdampak besar bagi dinamika kehidupan di berbagai bidang aspek kehidupan, salah satunya di bidang  aspek pendidikan. Peran bidang aspek pendidikan sangat penting bagi generasi muda  dan bangsa. Pendidikan memberikan pelajaran yang begitu penting bagi manusia mengenai dunia sekitar, mengembangkan perspektif dalam memandang kehidupan. Pendidikan yang sebenarnya diperoleh dari pelajaran yang diajarkan oleh kehidupan kita.[1]
Dunia pendidikan dapat dijadikan sebagai sarana tempat belajar  dan menumbuhkan ikatan persaudaraan dengan menumbuhkan rasa kepedulian satu sama lain dan mengajarkan nilai-nilai nasionalisme. Pendidikan dapat dihubungkan dengan nilai-nilai nasionalisme, karena nilai-nilai nasionalisme yang harus dipertahankan menjadi landasan kita terhadap kecintaan tanah air. Dengan demikian, nilai-nilai nasionalisme ini dapat dijadikan sebagai sarana mempererat hubungan dan mempersatukan bangsa.
Seiring perkembangan zaman, keadaan menjadi berubah. Generasi muda mulai mengikuti arus perubahan zaman atau kita sebut dengan era globalisasi. Faktor pendukung kemajuan era globalisasi ini dengan ditandai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang mudah di akses dan di dapatkan. Globalisasi banyak berpengaruh besar bagi generasi muda khususnya pemuda. Generasi muda yang dibicarakan sekarang sangat berbeda dengan karakter pemuda yang dulu memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Perubahan tersebut  mempunyai kaitannya dengan perubahan di zaman sekarang  yaitu perubahan di era globalisasi yang berlangsung saat ini. Jika kita melihat sejarah dahulu di waktu kemerdekaan Indonesia, radio dan surat kabar menjadi saksi  yang digunakan sebagai penyebaran informasi “Kemerdekaan Indonesia” keseluruh Indonesia. Namun sekarang keadaan menjadi berubah, semanjak munculnya teknologi informasi dan komunikasi yang dapat terhubung secara langsung antara satu dengan yang lainnya melalui media online yaitu media sosial. Mendengarkan kata media sosial, pasti terdengar tidak asing lagi di telinga kita di zaman sekarang. Media yang dijadikan sebagai sandaran kehidupan dalam sehari-hari dan sarana berinteraksi dan pertukaran informasi satu sama lain. Media sosial semakin berkembang dengan didukungnya perkembangan gagdet, media sosial yang terus memberikan berbagai macam-macam aplikasi yang menarik minat pengguna gagdet. Ketektarikan generasi muda dengan media sosial yang menyediakan berbagai tampilan menarik sehingga dapat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Penguna media sosial menjadi sorotan yang perlu di perhatikan dalam mempergunakannya, jika pengguna media sosial tidak mempergunakan dengan bijak, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif yang akan mempengaruhi generasi muda maupun terhadap generasi penerus bangsa Indonesia.

Sentuhan Media Sosial Terhadap Pendidikan Nasionalisme
            Pendidikan merupakan hal yang banyak berperan penting untuk semua orang, melalui pendidikan disanalah generasi muda terus belajar dan tumbuh. Prof. Dr. Hasan Langgulung berpendapat bahwa secara garis besar fungsi pendidikan itu ada 3. Pertama, menyiapkan generasi muda untuk memiliki kemampuan agar bisa memegang peranan-peranan pada masa yang akan datang di tengah kehidupan bermasyarakat. Kedua, memindahkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan peranan-peranan di atas dari generasi tua ke genarasi muda. Ketiga, Memindahkan nilai-nilai dari generasi tua ke generasi muda dengan tujuan agar keutuhan dan kesatuan masyarakat terpelihara, sebagai syarat utama berlangsungnya kehidupan suatu masyarakat dan juga peradaban[2]. Bayangkan, pentingnya fungsi pendidikan dan itu menjadikan peran pendidikan yang perlu diperhatikan untuk generasi muda, apalagi jika  terdapat jiwa nasionalisme dan hal ini seakan-akan  menjadi pelengkap terhadap kecintaan dengan negeri ini.
Perlu kita ketahui, situasi bangsa ditentukan oleh situasi yang sedang berlangsung sekarang, jika situasi pemuda saat ini memprihatinkan maka nasib masa depan suatu bangsa turut memprihatinkan juga. Di era globalisasi seakan-akan pengambilan keputusan menjadi penentu untuk maju menuju langkah selanjutnya. Teknologi informasi dan Komunikasi menjadi sebagai pengalihan untuk semua orang, dengan munculnya media sosial sebagai pemicu perubahan dan mulai menampakan hasil yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita melihat kondisi saat ini sangat memprihatinkan mengenai tingkah laku terhadap diri sendiri, maupun orang lain, keadaan  yang hanya bersudut pada satu arah saja. Gagdet yang di gunakan untuk membuka media sosial dipergunakan tidak semaksimal mungkin, dan ini merupakan realita buruk yang terjadi saat ini, dampak negatif maupun positif mulai bermunculan. Dapat kita ambil contoh dampak negatif yang terbesar dari media sosial adalah tersebarnya konten-konten berbau pornografi dan kekerasan, di dukungnya teknologi informasi dan komunikasi di zaman sekarang dengan mudahnya mengakses situs yang berbau pornografi dan kekerasan, dan ini merupakan suatu kehancuran di bidang pendidikan yang seakan-akan penerapan pendidikan yang di dapatkan tiada bermanfaat, dan ini  juga sangat berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang yang ada sekitarnya. Di sisi lain media sosial mempunyai dampak positif untuk pendidikan nasionalisme atau sering juga disebut dengan pendidikan kebangsaan yang merupakan suatu sistem pendidikan yang mempelajari tentang nasionalisme. Berbagai macam bentuk dari pendidikan nasionalisme, salah satunya mengenai nasionalisme tentang kebudayaan.
Memori sejarah zaman dahulu terus teringat di pikiran kita, sosok pahlawan dan pemuda-pemuda dengan semangat juang yang tinggi untuk demi mempertahankan tanah air Indonesia dan mereka rela mengorbakan jiwa dan raga, hal tersebut di karenakan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Namun sekarang ini bagaimana generasi muda dengan kemajuan zaman agar tetap bisa mempertahankan jiwa nasionalisme lewat pendidikan yang di jalaninya sekarang. Mengenai hal tersebut, media sosial dapat dijadikan sebagai solusi untuk sarana menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam diri seorang pemuda, contohnya ketika kita  membaca informasi di media sosial perlu untuk dipahami. Terkadang jika ada suatu permasalahan dengan negeri ini, kita ketahui hanya menyalahkan bangsa sendiri, dan juga ada sebagian yang tidak memperdulikan hal tersebut. Disinilah peran pendidikan dan media sosial dalam upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme. Salah satu peran yang dapat dilakukan yaitu memberikan contoh yang terbaik sebagai generasi muda yang berpendidikan dengan cara pemanfaatan media sosial sebaik mungkin. Dampak era globalisasi kondisi kebudayaan yang ada di Indonesia saat ini mulai memudar. Hal ini  merupakan permasalahan yang penting  untuk di perhatikan. Media sosial dapat dijadikan sebagai tempat penyebaran dan berbagi informasi tentang keunikan kebudayaan masing-masing daerah, terutama bagi pengguna media sosial yang ada di Indonesia dan itu dapat mempererat hubungan sesama bangsa Indonesia.

Media Sosial Sebagai Sarana Untuk Mempublikasikan Lagu-Lagu Nasional
“Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai”[3]
(  Ibu Soed )
            Lirik lagu di atas merupakan sebagian dari salah satu lirik lagu nasional ciptaan dari  Ibu Soed yang berjudul “Tanah Airku”, ketika kita mendengar dan menyanyaikan dengan penuh penghayatan seakan-akan jiwa nasionalisme kita bangkit kembali dan kecintaan terhadap negeri ini semakin kuat. Seiring perkembangan zaman lagu-lagu nasional mulai terlupakan, media sosial bukan saja mengalihkan kehidupan dalam kegiatan para pemuda sehari-hari, namun media sosial juga mempengaruhi dan membuat generasi muda di Indonesia melupakan lagu-lagu nasional. Hal ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan terhadap generasi muda di negeri ini. Ketika melihat generasi muda sebagai pengguna media sosial dalam memanfaatkan media sosial hanya sebatas berisikan aktivitas kegiatan dan kesenangan semata tanpa memikirkan orang lain maupun negeri sendiri. Namun di sisi lain media sosial jika dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran infomasi dan mempublikasikan tentang lagu-lagu nasional, tentu saja hal tersebut sangat bermanfaat bagi generasi muda dalam upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme terhadap kecintaan tanah air. Keuntungan mendengarkan lagu-lagu nasional sangat bermanfaat dalam upaya pengingat keindahan lirik-lirik lagu nasional dan di samping itu juga sebagai sarana mempertahankan jiwa nasionalisme bagi generasi muda bangsa Indonesia.
Sebagai penutup, Pendidikan nasionalisme Indoneisa merupakan hal terpenting sebagai landasan untuk terus memajukan generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Kemajuan zaman bukanlah menjadi suatu penghalang dalam upaya mempertahankan jiwa nasionalisme, belajar dari kepedulian terhadap diri sendiri ataupun orang lain  yang harus terus ditanamkan dalam pikiran kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar